Selasa, 29 Mei 2012

Re: [ElshintaGroup] BNN Sita 1,4 Juta Ekstasi di Kemasan Koperasi TNI

 

ketangkep juga ndk apa2...
 
Ntal tukelan n baltel dg alasyan diplomasi ama pemelintah China.... Haiyaa....
 
zaman es@ye semua bisa diatullah
 
cincay semua

From: anantö/ アナント <ananto.email@gmail.com>
To:
Sent: Wednesday, 30 May 2012, 9:34
Subject: [ElshintaGroup] BNN Sita 1,4 Juta Ekstasi di Kemasan Koperasi TNI

 
BNN Sita 1,4 Juta Ekstasi di Kemasan Koperasi TNI
Produk Haram Negeri Tirai Bambu Membanjiri Indonesia
Selasa, 29 Mei 2012 , 08:30:00 WIB
 
RMOL.Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengungkap kasus penyelundupan narkotika, berupa 1,4 juta pil ekstasi yang siap dipasarkan dari spesialis sindikat kejahatan narkotika China-Indonesia.
 
Kepala BNN Komjen Pol Go­ries Mere mengatakan, peng­ung­ka­pan dengan penangkapan se­jum­lah tersangka kasus narkotika poros China-Indonesia itu berkat duku­ngan informasi akurat dari warga yang selanjutnya berhasil dikem­bangkan petugas di la­pangan.
 
"Barang haram itu ditemukan dalam sebuah kontainer dengan dokumen palsu. Untuk menge­labui petugas, barang haram ter­sebut menulis paket kiriman yang berasal dari China yang dituju­kan ke Institusi Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Ada bebe­rapa tersangka, sebagian mela­rikan diri," katanya dalam jumpa pers di Gedung BNN, Jakarta, kemarin.
 
Selama lima bulan terakhir ini (Januari-Mei 2012) telah memus­nahan barang bukti kejahatan narkoba lain berupa 28.062,41 gram shabu, 44.389,7 gram ganja, 10.116,7 gram heroin, dan 3.103 butir ekstasi.
 
Gories menduga, pil ekstasi buatan China yang marak beredar di Jakarta akhir-akhir ini kuali­tasnya sama dengan produk Be­lan­da. Bahkan harganya mampu bersaing dengan buatan lokal.
 
BNN memperkirakan selama 2011 konsumsi ekstasi di Indo­nesia mencapai 148 juta butir, dan sebanyak 882.880 butir yang berhasil yang disita. "Berarti perkiraannya ada sekitar 147 juta butir ektasi yang berhasil lolos," ungkapnya.
 
Dijelaskan, sebagian besar penyalahgunaan narkoba meru­pa­kan kalangan remaja yang ber­pendidikan tinggi. Akibat barang haram ini sekitar 15 ribu anak bangsa setiap tahunnya mati sia-sia akibat barang haram itu. "Total kerugian negara yang ditimbulkan akibat penya­lah­gu­naan narkoba diprediksi men­capai 48 sampai 50 tiliun rupiah per tahun," jelasnya.
 
Rencananya, jutaan butir barang bukti benda terlarang itu oleh kelompok pengedarnya akan disebarkan kepada ratusan agen atau spesialis bandar pil ekstasi impor untuk konsumen lokasi hi­bu­ran di Jakarta, Bandung, Se­marang, Surabaya, Bali, Medan, Ujungpandang dan kota besar lainnya di Indonesia.
 
"Berat totalnya mencapai 3,8 juta gram. Dari pengungkapan ka­sus ini sebanyak 4 juta anak bangsa dapat terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan dan pe­redaran gelap narkoba," tandasnya.
 
Deputi Pemberantasan Narko­ba BNN, Benny Mamoto menga­takan, per butir ekstasi dijual dipasaran dengan kisaran harga Rp 300- 350 ribu. Jika dihitung, maka totalnya mencapai Rp 494,3 miliar.
 
Dari operasi yang dilakukan BNN itu diketahui terdapat de­lapan tersangka yang terlibat, salah satunya merupakan anggota oknum TNI yang bertugas di Koperasi BAIS TNI sejak De­sem­ber tahun lalu.
 
"Dari barang bukti jutaan butir ekstasi tersebut BNN menga­man­kan delapan orang tersangka yang salah satunya adalah ang­gota TNI AU berinisial S ber­pangkat bintara dan itu akan diserahkan kepada POM TNI dan akan terus didalami. Total ter­sangka yaitu S, RS, R, A, M AR, MM dan J," terangnya.
 
Pelaku berinisal S tersebut te­lah memalsukan sejumlah do­kumen kepabeanan. Dalam me­mal­sukan dokumen, S mengatas­namakan sebuah nama koperasi sebagai pemesan barang yang dikirim dari China. Sedangkan R merupakan penjahat narkoba kambuhan
 
"Kami cek ternyata tidak terda­ta order ke koperasi tersebut. Dia palsukan surat, tanda tangan ke­pala koperasi di paslu, mencatut nama agar lebih lancar.
 
Mencantumkan institusi, Primer Koperasi Kalta (Bais TNI)," bebernya.
 
Terungkapnya modus operandi penyelundupan narkoba dengan mengatasnamakan koperasi ins­tansi militer, ia mengimbau agar koperasi yang bergerak di pengu­rusan jasa kepabeaan agar lebih waspada dan ketat menga­wasi anggotanya, sehingga tidak ada peluang bagi oknum untuk untuk memanfaatkan dalam jaringan peredaran narkoba.
 
Benny menjelaskan, pil haram yang berjumlah hampir mencapai 1,5 juta ini ini datang ke Indo­nesia melalui jalur laut dari pela­buhan Lianyungan, Shenzhen dengan tujuan Jakarta. "Berang­kat dari China pada tanggal 28 April dan tiba di Jakarta pada 8 Mei 2012 di Tanjung Priok," terangnya.
 
Pada tanggal 8 Mei, kapal tiba di Tanjung Priok dan kontainer tersebut dibongkar pada pukul 22.00 WIB. Setelah turun dari ka­pal, petugas melakukan penga­wa­san terhadap kontainer terse­but hingga pengurusan admi­nistrasinya selesai.
 
Kemudian diketahui seorang oknum anggota Primer koperasi Kalta berinisial S dengan memal­sukan tanda tangan Kepala Kope­rasi Primkop Kalta dan menam­bahkan tulisan Institusi BAIS TNI pada nama koperasi dengan harapan kontainer yang diantar dapat lolos dari pemeriksaan. "S juga mengubah data packing list untuk menurunkan bea masuk," jelasnya.
 
Jumlah Oknum TNI Pengguna Narkotika Meningkat
 
Kepala Badan Intelijen Strate­gis (BAIS) TNI Laksa­mana Mu­da Soleman B. Ponto menga­presiasi pengungkapan sindikat narkoba internasional. Pencatutan nama lembaga yang dipimpinnya untuk memper­mu­dah masuknya narkotika sangat menodai nama baik TNI.
 
"Kalau ada oknum yang mencatut BAIS TNI pasti me­reka menginginkan kemu­da­han. Ini tidak boleh, siapapun yang mengetahui bahwa ada yang mencatut nama institusi kami maka harap dilaporkan," katanya, kemarin.
 
Namun, pencatutan tersebut tidak akan mengubah komit­men TNI untuk terus mem­berantas pengedaran narkoba dan menyelamatkan generasi bangsa. "Komitmen TNI tetap untuk memberantas narkoba. Kami tidak pandang bulu. Sia­papun yang berbuat kejahatan harus dihukum," tegasnya.
 
Senada dengan itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul mene­gas­kan, TNI akan terus mendu­kung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba demi terciptanya Indonesia bersih dari narkoba pada 2015.
 
Penyelidikan dan penyidikan terhadap prajurit TNI yang di­duga terlibat kejahatan narkoba terus dilaksanakan. Bahkan, anggota TNI yang terbukti ter­li­bat akan ditindak tegas de­ngan sanksi maksimal pem­berhentian tidak hormat. "Kita tidak tinggal diam. TNI berko­mitmen bila ada anggota terli­bat akan ditin­dak tegas hingga peme­catan bahkan diusut hingga ke­pengadilan," tegas­nya.
 
Diakuinya, oknum anggota TNI yang terlibat penggunaan narkoba pada 2010 sampai 2011 jumlahnya meningkat. Na­­mun sejauh ini, oknum TNI ter­sebut hanya sebagai pema­kai. "Pada 2010 jumlahnya ada 150 orang, dan 2011 meningkat menjadi 165 oknum anggota TNI yang terbukti mengkon­sumsi nar­koba," bebernya. [Harian Rakyat Merdeka]
 
Sumber:


--
yasir wa la tu'asir

"Kalau tidak berhasil saya selesaikan kasus korupsi dalam 1 tahun, pulanglah saya ke Makasar. Kami digaji oleh negara, ekspektasi masyarakat begitu besar, terus kami tidak bisa menyelesaikan, itu sama saja kita menerima gaji buta." (Abraham Samad, 02/12/2011)



__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar